34ºc, Sunny
Halo... Berita hari ini 04-Apr-2025 9:45:57
Dosen Universitas Sains dan Teknologi Komputer, mendapatkan Hibah Pengabdian Masyarakat dari Kemendikbud Tahun 2023, sebagai ketua: Bapak Danang, S.Kom.,M.T dan beranggotakan Bapak Dani Sasmoko, M.Eng dan berkolaborasi dengan Universitas 17 Agustus 1945 Semarang beranggotakan ibu Dra. Endang Swastuti, MM.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini sudah di lakukan sesuai tahap yang di rencanakan dari awal pembuatan granul dari ampas echo enzim.Kegiatan ini di lakukan bersama masyarakat, tim Dosen dan Mahasiswa. Pada Gambar 1 dan Gambar 2 adalah jalan nya kegiatan yang dilakukan pada saat
Gambar 1. Penyuluhan tantang manfaat Produk Eco
Gambar 2. Foto bersama Peserta Pengenalan Manfaat Produk Berbahan dasar Echo Enzyme
Gambar 3. Pembelajaran Bersama Pembuatan Granul bersama Warga
Pada gambar 3 adalah kegiatan pembuatan granul dari bahan echo enzyme bersama warga, dari tahap ini bahan limbah sampah rumah tangga di olah menjadi pupuk yang bisa di manfaat kan di lingkungan sehingga akan mengurangi limbah di masyarakat. Pada kegiatan ini di lakukan pendampingan untuk membuat granul dari awal pencacahan limbah sampai penyaringan dan menjadi granul setengah jadi.
Gambar 4 . Foto Bersama warga setelah pembuatan granul dari Eco Enzym
Hasil pengolahan limbah yang sudah di cacah dan di lakukan pengolahan sehingga siap di keringkan . Pada tahap ini limbah sudah di olah dan di cacah dan di saring menjadi echo enzym.
Gambar 5. Proses Pengeringan yang biasa di lakukan warga secara manual
Proses pengeringan yang dilakukan masih mengandalkan penyinaran menggunakan sinar matahari, pada tahap ini granul di lakukan setelah selesai di cacah akan di lakukan pengeringan, proses secara manual akan menimbulkan banyak kendala, ketika terjadi hujan akan menimbulkan masalah dan tingkat kebersihan nya juga tidak terjamin karena di jemur di halaman rumah.
Dari permasalahan itu tim dosen berinsiatif melakukan perbaikan dengan membuat alat pengeringan granul yang berbasis IoT . Alat ini akan mampu mengeringkan granul dengan lebih cepat dan efisien. Serta dari segi heginitas nya di dalam alat ini di lengkapi dengan lampu sinar UV yang dapat membunuh bakteri jahat.
Gambar 6. Penyuluhan tentang Alat Pengering Berbasis IoT yang dapat di gunakan Warga.
Pada kegiatan gambar nomor 6 ini tim dosen menjelaskan bahwa ada teknologi baru yang dapat di terapkan dalam mengeringkan granul secara efesien dan mudah. Alat ini dapat di pantau dengan menggunakan Smart Phone sehingga memudahkan warga dalam menggunakan nya.
Gambar 7 . Foto bersama Warga di Kegiatan Pengenalan IoT untuk pengeringan granul
Pada kegiatan ini warga sangat tertarik untuk menggukan alat ini untuk proses pengeringan granul. Di tinjau dari kemudahan dan murah nya alat di buat warga sangat tertarik untuk pengadaan secara lebih banyak lagi sehingga warga ingin memakai .
Dengan sadar nya pengolahan limbah ini akan membuat warga lebih ingin mengolah limbah menjadi hal yang berguna dan mengurahi limbah di masyarakat menjadi hal yang lebih berguna. Prose Pembelajaran secara langsung dan berkelompok ini sangat efisien dan mudah terutama karena sasaran nya adalah para manula sehingga dengan ada nya alat pengerin ini akan sangat terbantu dan tidak menggunakan fisik yang banyak.