34ºc, Sunny
Halo... Berita hari ini 19-Jul-2026 5:18:53
Cikarang, 18 Juli 2026 – Program Studi Teknik Elektro (Electrical Engineering) Universitas Presiden melaksanakan kegiatan “Edukasi dan Sosialisasi Bahaya Kebocoran Gas Rumah Tangga Berbasis Teknologi” bersama warga RT 04 RW 08, Jalan Rusa Sertajaya, Cikarang Timur. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi Perguruan Tinggi dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan LPG yang aman, tindakan darurat saat terjadi kebocoran, serta pemanfaatan teknologi sederhana untuk membantu proses deteksi dini.
Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan dari warga desa Sertajaya, serta dukungan penuh dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Presiden yang dipimpin oleh Ibu Ir. Mia Galina, S.T., M.T., IPU, serta dosen pembimbing Social Project Team yakni:
Tim Mahasiswa Social Project yakni:
Edukasi Keselamatan yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari
LPG memiliki peran sebagai sumber energi rumah tangga karena penggunaannya yang praktis, dan mudah diakses masyarakat terutama untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari. Penggunaan LPG memerlukan perhatian pada kondisi tabung, regulator, selang, sambungan, ventilasi, dan kebiasaan pengguna. Kerusakan atau pemasangan yang kurang tepat dapat berpotensi memicu kebakaran, ledakan, gangguan pernapasan, kerusakan rumah, dan kerugian ekonomi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta diajak memahami bahwa pencegahan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Warga memperoleh penjelasan mengenai pentingnya menggunakan komponen berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI), memeriksa kondisi selang dan regulator secara berkala, meletakkan tabung pada permukaan datar, serta memastikan area dapur memiliki sirkulasi udara yang baik.
Mengenali Tanda Kebocoran Sejak Dini
Materi utama membahas lima tanda kebocoran LPG yang perlu segera ditanggapi, yaitu bau gas yang menyengat, suara mendesis di sekitar regulator, munculnya gelembung ketika sambungan diuji dengan air sabun, gas yang terasa lebih cepat habis, serta perubahan warna api kompor dari biru menjadi kuning atau oranye.
Peserta juga diingatkan bahwa kebocoran tidak boleh dicari menggunakan korek api, lilin, atau sumber nyala lainnya. Cara yang aman adalah mengoleskan larutan air sabun pada titik sambungan. Jika terbentuk gelembung yang terus membesar, penggunaan LPG harus dihentikan dan komponen perlu diperiksa atau diganti.
Langkah Darurat Harus Dilakukan dengan Urutan yang Benar
Saat mencium bau gas, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak menyentuh sakelar listrik, menyalakan api, merokok, atau menggunakan perangkat elektronik di dekat sumber kebocoran. Percikan yang sangat kecil sekalipun dapat menyulut gas yang telah terkumpul di dalam ruangan. Langkah berikutnya adalah membuka pintu dan jendela secara manual agar udara segar masuk dan konsentrasi gas berkurang. Jika kondisi aman dan tidak terdapat api besar, aliran gas dapat diputus dengan menutup katup tabung atau melepaskan regulator menggunakan tangan yang kering. Apabila bau sangat pekat, api membesar, atau situasi sulit dikendalikan, seluruh penghuni harus segera dievakuasi dan bantuan darurat dihubungi dari lokasi yang aman.
Pengenalan Teknologi Deteksi Gas MQ-2
Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis teknologi, tim mahasiswa memperkenalkan cara kerja sensor MQ-2. Sensor tersebut dapat merespons keberadaan gas mudah terbakar seperti LPG, butana, propana, dan asap. Pada rangkaian demonstrasi, nilai sensor dibandingkan dengan ambang yang telah ditetapkan; ketika konsentrasi melampaui batas, LED dan buzzer aktif sebagai alarm peringatan. Tim pelaksana menegaskan bahwa rangkaian MQ-2 yang digunakan merupakan media edukasi untuk membantu masyarakat memahami prinsip deteksi gas. Untuk penggunaan permanen di rumah, masyarakat tetap dianjurkan memilih detektor gas yang sesuai standar, dipasang mengikuti petunjuk pabrikan, dan dirawat secara berkala.
Partisipasi Warga dan Komitmen Bersama
Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, sesi tanya jawab, dan penyampaian contoh tindakan yang dapat dilakukan di rumah. Peserta diajak untuk tidak hanya memahami materi, tetapi juga membagikannya kepada anggota keluarga dan tetangga agar manfaat sosialisasi dapat menjangkau lingkungan yang lebih luas. Pada akhir kegiatan, warga didorong untuk menjalankan tiga komitmen sederhana: memeriksa kondisi LPG secara rutin, melatih anggota keluarga mengenai langkah darurat, dan menyebarkan informasi keselamatan kepada masyarakat sekitar. Pesan utama yang disampaikan adalah “Kenali Tanda, Cegah Bahaya, LPG Aman, Keluarga Nyaman.”
Kolaborasi Kampus dan Masyarakat
Pelaksanaan sosialisasi melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Presiden, dosen pendamping, pengurus lingkungan, Karang Taruna PESPA, dan warga setempat. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengetahuan teknik dan teknologi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan keselamatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Elektro Universitas Presiden berharap tumbuh kebiasaan baru dalam penggunaan LPG: melakukan pemeriksaan sebelum memasak, menggunakan komponen yang layak, menghindari tindakan yang dapat memicu percikan, dan mengutamakan evakuasi ketika kondisi sudah tidak aman.
Contact Person:
Universitas Presiden
Jl. Ki Hajar Dewantara, Jababeka Education Park, Cikarang, Bekasi – Jawa Barat