34ºc, Sunny
Halo... Berita hari ini 02-Jul-2026 1:34:52
Berita Kampusku – The 1st International Conference on Sharia Economics and Sustainable Development (ICSESD 2026) sukses diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Rabu, 24 Juni 2026, mulai pukul 09.00 WIB (GMT+7). Konferensi internasional ini menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai institusi untuk berdiskusi mengenai perkembangan ekonomi syariah dan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh panitia, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Acara resmi dibuka melalui sambutan yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd, yang menekankan pentingnya penguatan kolaborasi internasional dalam pengembangan riset ekonomi syariah yang mampu menjawab tantangan pembangunan masa depan.
Pada sesi keynote, Prof. Dr. Agus Eko Sujianto, S.E., M.M., RIFA menyampaikan materi berjudul “The Scope of Islamic Economics and Future Research Opportunities.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan cakupan luas ekonomi Islam yang tidak hanya berfokus pada aspek keuangan syariah, tetapi juga mencakup dimensi sosial, etika, dan pembangunan berkelanjutan. Beliau juga menguraikan berbagai peluang penelitian yang dapat dikembangkan oleh akademisi untuk memperkuat kontribusi ekonomi Islam dalam menjawab isu-isu global kontemporer.
Memasuki sesi utama, acara dipandu oleh Dr. Shella Gherina Saptiany, M.Pd selaku moderator. Sesi ini menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang keilmuan yang membahas isu-isu strategis terkait ekonomi syariah dan pembangunan berkelanjutan.
Pembicara pertama, Dr. Nuur Halimatus Sa'adiah Masrukhin, menyampaikan materi bertajuk “From Green Economy to Regenerative Economy.” Dalam presentasinya, beliau menjelaskan transformasi konsep ekonomi hijau menuju ekonomi regeneratif yang tidak hanya berupaya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan sistem yang mampu memulihkan dan memperbaiki kondisi sosial maupun ekologis secara berkelanjutan.
Selanjutnya, Dr. Mohammad Sahabuddin memaparkan materi berjudul “Rethinking Financial Stability in Islamic Banking Practices in Bangladesh: Regulatory and Supervisory Challenges.” Beliau membahas berbagai tantangan regulasi dan pengawasan yang dihadapi industri perbankan syariah di Bangladesh serta pentingnya penguatan tata kelola untuk menjaga stabilitas sistem keuangan syariah di tengah dinamika ekonomi global.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ahmad Gelora Mahardika dengan judul “Development Between State-Led Capitalism and Monopoly Regulation.” Dalam paparannya, beliau mengulas hubungan antara peran negara dalam pembangunan ekonomi dan pentingnya regulasi untuk mencegah praktik monopoli, sehingga tercipta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan persaingan usaha yang sehat.
Sebagai pembicara terakhir, Dr. Rokhmat Subagiyo, M.E. menyampaikan materi “Maqashid Syariah sebagai Fondasi Etis.” Beliau menegaskan bahwa nilai-nilai maqashid syariah dapat menjadi landasan etis dalam perumusan kebijakan ekonomi dan pembangunan yang berorientasi pada kemaslahatan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat.
Setiap sesi presentasi diikuti dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pandangan, menyampaikan pertanyaan, serta memperluas wawasan terkait berbagai isu yang dibahas oleh para narasumber.
Melalui penyelenggaraan The 1st International Conference on Sharia Economics and Sustainable Development (ICSESD 2026), diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara dalam mengembangkan kajian ekonomi syariah yang inovatif dan berkelanjutan. Konferensi ini juga menjadi momentum penting untuk mendorong lahirnya penelitian-penelitian kolaboratif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan di tingkat global.