34ºc, Sunny
Halo... Berita hari ini 18-Jun-2026 17:51:53
Berita Kampusku – Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia (ARIMSI) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional dan Call Paper bertajuk “Peran Matematika dan Sains dalam Mendukung Transformasi Teknologi dan Analisis Data Modern” pada Kamis (18/6/2026) secara daring melalui platform Zoom. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi untuk mendiskusikan kontribusi matematika, statistika, sains, serta analisis data dalam menjawab tantangan transformasi digital yang semakin berkembang.
Webinar dibuka oleh Rusliadi, S.Pd., M.Pd. dari Politeknik Negeri Fakfak yang menyampaikan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan perkembangan teknologi dalam menghadapi era digital yang ditandai dengan pemanfaatan data secara masif.
Sebagai keynote speaker, Amalia Shifa Alda, M.Si. dari Universitas Jakarta Internasional menyampaikan materi bertajuk “Mathematics and Science as the Foundation of Digital Transformation and Economic Database.”
Dalam paparannya, Amalia menjelaskan bahwa matematika dan sains merupakan fondasi utama dalam pembangunan sistem digital modern. Berbagai inovasi teknologi, mulai dari kecerdasan buatan, analisis data besar (big data), hingga sistem informasi ekonomi, dibangun berdasarkan prinsip-prinsip matematika dan pendekatan ilmiah yang kuat.
Menurutnya, kemampuan mengelola dan menganalisis data ekonomi secara akurat menjadi faktor penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang efektif di berbagai sektor. Oleh karena itu, penguatan kompetensi matematika dan sains menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi era transformasi digital.
Narasumber pertama, Dr. Dina Apryani, M.Pd. dari Universitas Lampung, membawakan materi “Literasi Numerasi: Fondasi Manusia di Balik Transformasi Teknologi dan AI.”
Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan tidak dapat dilepaskan dari kemampuan dasar manusia dalam memahami angka, data, dan pola berpikir logis. Literasi numerasi menjadi bekal penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami cara kerja dan dampak teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, peningkatan literasi numerasi perlu menjadi perhatian dunia pendidikan untuk mempersiapkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi masa depan.
Pada sesi berikutnya, Nova Dahliyanti, M.AB., M.T. dari STIKOM CKI memaparkan materi mengenai “Peran Statistisi dan Analisis Data Ilmiah di Era Digital.”
Dalam pemaparannya, Nova menjelaskan bahwa data telah menjadi aset penting dalam berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga dunia bisnis. Oleh karena itu, peran statistisi semakin dibutuhkan untuk memastikan data dapat diolah, dianalisis, dan diinterpretasikan secara tepat sehingga menghasilkan informasi yang valid dan dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan.
Ia juga menekankan pentingnya integritas ilmiah dalam proses analisis data agar hasil yang diperoleh tetap objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Narasumber ketiga, Dhimas Mahridika S.Si., M.Mat. dari Universitas An Nasser Cirebon, menyampaikan materi “Peran Sains dalam Pengembangan Teknologi Berbasis Data.”
Dhimas menjelaskan bahwa kemajuan teknologi modern tidak hanya bergantung pada kemampuan komputasi, tetapi juga pada perkembangan ilmu pengetahuan yang menjadi dasar berbagai inovasi. Sains berperan penting dalam menghasilkan metode, model, dan pendekatan yang memungkinkan data diolah menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, integrasi antara penelitian ilmiah dan teknologi berbasis data akan semakin menentukan daya saing bangsa di masa depan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Eng. Aswan Supriyadi Sunge, S.E., M.Kom. dari Universitas Pelita Bangsa dengan topik “Data Analytics untuk Pengambilan Keputusan di Era Digital.”
Ia menguraikan bahwa organisasi modern kini sangat bergantung pada data analytics dalam menentukan strategi dan kebijakan. Dengan memanfaatkan analisis data yang tepat, berbagai institusi dapat memahami tren, memprediksi risiko, serta merumuskan keputusan yang lebih akurat dan efisien.
Menurutnya, kemampuan analisis data menjadi salah satu kompetensi yang paling dibutuhkan di era digital karena hampir seluruh sektor kini bergerak berdasarkan data.
Sebagai narasumber terakhir, Ade Ima Afia Himayati, S.Si., M.Sc. dari Universitas Muhammadiyah Kudus membahas “Masa Depan Profesi di Bidang Data dan Teknologi.”
Ia menjelaskan bahwa transformasi digital telah melahirkan berbagai profesi baru yang berfokus pada pengelolaan data dan pengembangan teknologi. Profesi seperti data analyst, data scientist, machine learning engineer, hingga AI specialist diperkirakan akan terus mengalami peningkatan kebutuhan dalam beberapa tahun mendatang.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa selain keterampilan teknis, para profesional juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan pembelajaran berkelanjutan agar mampu bersaing di tengah perubahan teknologi yang sangat cepat.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Dina Destari, S.S., M.Pd. dari UINSI Samarinda ini berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia.
Melalui webinar ini, ARIMSI berharap dapat memperkuat pemahaman masyarakat akademik mengenai pentingnya matematika, sains, dan analisis data sebagai fondasi transformasi digital. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk mendorong pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan dan peluang di era teknologi berbasis data.
“Matematika dan sains bukan hanya disiplin ilmu dasar, tetapi juga fondasi utama yang menggerakkan inovasi, pengambilan keputusan, dan transformasi digital di berbagai sektor kehidupan,” menjadi pesan utama yang mengemuka sepanjang webinar nasional tersebut.