34ºc, Sunny
Halo... Berita hari ini 15-Jul-2026 3:57:04
Berita Kampusku – Penguatan tata kelola jurnal ilmiah menjadi salah satu topik penting yang dibahas dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) IndoCEISS 2026 yang diselenggarakan di BINUS University Malang pada 11-12 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan akademisi, peneliti, pengelola jurnal, dan praktisi dari berbagai daerah di Indonesia untuk berdiskusi mengenai pengembangan ekosistem publikasi ilmiah yang berkualitas dan berdaya saing global.
Pembahasan mengenai penguatan jurnal ilmiah menjadi agenda strategis mengingat publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator penting dalam pengembangan penelitian, peningkatan reputasi perguruan tinggi, serta kontribusi akademisi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, peningkatan kualitas tata kelola jurnal menjadi perhatian bersama berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan tinggi.
Pada sesi pembahasan jurnal ilmiah, Prof. Ir. Zainal A. Hasibuan, MLS., Ph.D. dari Universitas Komputer Indonesia sekaligus Ketua Umum APJIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer) menyampaikan materi mengenai strategi penguatan jurnal ilmiah di Indonesia. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengelolaan jurnal, penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung peningkatan mutu publikasi ilmiah.
Menurut Prof. Zainal, pengelolaan jurnal yang baik harus didukung oleh komitmen seluruh pihak dalam menjaga kualitas artikel, integritas akademik, serta keberlanjutan proses penerbitan. “Jurnal ilmiah yang berkualitas tidak dibangun dalam waktu singkat, tetapi melalui komitmen yang konsisten dalam menjaga standar akademik, tata kelola yang baik, dan kolaborasi yang kuat antar institusi,” ungkapnya.
Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Danang, S.Kom., M.T., Founder Asosiasi Pengelola Jurnal Indonesia (APJI), yang memaparkan materi mengenai penguatan tata kelola jurnal ilmiah dalam menghadapi tantangan publikasi akademik di era digital. Dalam penyampaiannya, Danang menegaskan bahwa tata kelola jurnal yang baik merupakan fondasi utama dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas dan bereputasi.
Menurutnya, pengelolaan jurnal yang profesional harus didukung oleh penerapan standar penerbitan ilmiah, peningkatan kualitas proses editorial, penguatan sistem peer review, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan jurnal yang lebih efektif dan berkelanjutan. Aspek-aspek tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan kredibilitas jurnal sekaligus memperluas peluang indeksasi pada berbagai basis data nasional maupun internasional.
Selain membahas aspek teknis pengelolaan jurnal, peserta juga diajak memahami pentingnya membangun budaya publikasi yang berkualitas melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, asosiasi profesi, editor, reviewer, dan para peneliti. Sinergi tersebut dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan daya saing jurnal nasional menuju pengakuan internasional.
RAKERNAS IndoCEISS 2026 menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi, organisasi profesi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir berbagai rekomendasi dan program kerja yang mampu mendorong kemajuan ekosistem riset serta publikasi ilmiah Indonesia yang lebih berkualitas, berintegritas, dan berdaya saing global.