34ºc, Sunny
Halo... Berita hari ini 03-Apr-2025 14:05:12
Kudus, 19 Maret 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kudus mengadakan diskusi bersama para akademisi dan pakar pengelolaan jurnal. Acara ini dihadiri oleh perwakilan berbagai institusi pendidikan, peneliti, serta tim pengelola jurnal dari berbagai instansi, dengan tujuan membangun strategi efektif dalam pengelolaan jurnal yang berkualitas dan berdaya saing.
Diskusi ini menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dalam penerbitan jurnal, mulai dari pengelolaan sistem Open Journal Systems (OJS), peningkatan kualitas artikel, hingga strategi menuju akreditasi jurnal nasional (SINTA). Para peserta berdiskusi mengenai standar pengelolaan jurnal yang sesuai dengan regulasi terbaru serta upaya untuk meningkatkan jumlah dan kualitas publikasi ilmiah di tingkat daerah.
Kepala Bappeda Kabupaten Kudus dalam sambutannya menegaskan pentingnya jurnal ilmiah sebagai media untuk mendukung perencanaan pembangunan berbasis riset. Ia juga menekankan bahwa publikasi ilmiah yang terkelola dengan baik akan berkontribusi pada peningkatan inovasi dan kebijakan berbasis data di Kabupaten Kudus.
Salah satu fokus utama diskusi adalah pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan jurnal, termasuk penggunaan OJS untuk meningkatkan transparansi dan aksesibilitas jurnal bagi peneliti dan masyarakat luas. Selain itu, pembahasan juga mencakup strategi dalam memperluas jejaring kerja sama dengan akademisi serta peningkatan kapasitas tim pengelola jurnal melalui pelatihan dan pendampingan.
Para peserta menyambut baik diskusi ini dan berharap adanya tindak lanjut berupa program pendampingan bagi pengelola jurnal di lingkungan Bappeda dan instansi terkait. Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan praktisi jurnal ilmiah, diharapkan kualitas jurnal di Kabupaten Kudus semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Diskusi ini menjadi langkah awal dalam upaya membangun sistem publikasi ilmiah yang lebih profesional dan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan serta kebijakan berbasis riset di daerah. Ke depan, diharapkan kolaborasi ini terus berlanjut melalui program pelatihan dan kerja sama strategis antarinstansi.