Semarang, 07 Februari 2026 – Asosiasi Pengelola Jurnal Indonesia (APJI) sukses menyelenggarakan Workshop Pengamanan Open Journal Systems (OJS) pada Sabtu, 7 Februari 2026, secara daring melalui platform Zoom. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari seratus peserta yang terdiri atas pengelola jurnal, editor, journal manager, tim IT perguruan tinggi, serta dosen dan peneliti dari berbagai institusi di Indonesia.
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengelola jurnal dalam menghadapi berbagai ancaman siber terhadap sistem OJS, seperti hacking, spam, malware, hingga eksploitasi celah keamanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen APJI dalam mendorong pengelolaan jurnal ilmiah yang aman, profesional, dan berkelanjutan di era digital.

Kegiatan dibuka dan dimoderatori oleh Danang, S.Kom., M.T., selaku Sekretaris Jenderal APJI, yang menekankan pentingnya kesadaran keamanan digital dalam menjaga kredibilitas dan keberlangsungan jurnal ilmiah. Ia juga menyampaikan bahwa pengamanan OJS merupakan tanggung jawab bersama antara pengelola jurnal dan tim teknis.
Baca Juga: APJI Gelar Workshop Editor dan Reviewer untuk Penguatan Mutu Jurnal Ilmiah Nasional
Narasumber pertama, Fery Sukmawan, A.Md., selaku Ketua Tim Security APJI, menyampaikan materi teknis mengenai keamanan OJS, meliputi identifikasi celah keamanan, teknik dasar hardening OJS, pengamanan server dan basis data jurnal, perlindungan dari serangan DDoS, injection, malware, spam, serta strategi backup dan recovery sistem. Penyampaian materi disertai dengan simulasi dan praktik langsung yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
Selanjutnya, Febri Adi Prasetya, M.Kom., selaku CEO APJI, memaparkan materi terkait manajemen pengelolaan jurnal yang aman, termasuk kebijakan dasar keamanan sistem, tata kelola akses pengguna, serta pentingnya standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan OJS. Materi ini memberikan landasan konseptual bagi peserta dalam membangun sistem jurnal yang lebih terlindungi.

Secara keseluruhan, workshop ini berjalan dengan lancar dan interaktif, ditandai dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang aktif. Melalui kegiatan ini, APJI berharap para peserta mampu menerapkan praktik terbaik pengamanan OJS di institusi masing-masing, sehingga dapat meningkatkan keandalan, keamanan, serta kepercayaan publik terhadap jurnal ilmiah nasional.