SEMARANG – Keberhasilan penyelenggaraan International Conference on Digital Advanced Tourism, Management, and Technology (ICTMT 2026) pada 5–6 November 2026 menjadi bukti nyata kekuatan kolaborasi dan kerja sama seluruh sivitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) Semarang. Melalui sinergi tim dosen, tenaga kepanitiaan, serta mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIEPARI Semarang, konferensi internasional yang dilaksanakan secara daring ini berlangsung lancar dan sukses.
Mengusung tema “Advancing Artificial Intelligence, Digital Transformation, and Sustainable Innovation for Tourism, Business, Education, and Society”, ICTMT 2026 menjadi forum akademik internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dosen, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan, mempresentasikan hasil penelitian, serta mendiskusikan perkembangan Artificial Intelligence (AI), transformasi digital, dan inovasi berkelanjutan.
Penyelenggaraan konferensi ini melibatkan kerja kolektif berbagai unsur di lingkungan STIEPARI Semarang. Tim dosen berperan dalam perencanaan akademik, koordinasi konferensi, pengelolaan kegiatan ilmiah, komunikasi dengan pembicara internasional, hingga pelaksanaan sesi presentasi dan diskusi. Sementara itu, mahasiswa yang tergabung dalam BEM STIEPARI turut mengambil peran aktif dalam mendukung operasional kegiatan, pelayanan peserta, pengelolaan ruang virtual, dokumentasi, komunikasi, dan berbagai kebutuhan teknis selama konferensi berlangsung.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan berskala internasional ini menjadi pengalaman pembelajaran yang berharga. Mahasiswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan forum akademik internasional, berinteraksi dengan akademisi dari berbagai negara, serta mengembangkan keterampilan komunikasi, koordinasi, kepemimpinan, kerja sama tim, dan literasi digital.
Memperkuat Kolaborasi Antarperguruan Tinggi
ICTMT 2026 diselenggarakan oleh STIEPARI Semarang dengan dukungan Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen (LPKD) sebagai mitra strategis dan melibatkan empat perguruan tinggi sebagai co-host, yaitu Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, STIE Widya Manggala Semarang, serta Akademi Akuntansi Effendi Harahap.
Keterlibatan perguruan tinggi mitra tersebut menunjukkan pentingnya membangun sinergi kelembagaan dalam pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, publikasi ilmiah, dan jejaring akademik. Kolaborasi ini sekaligus memperluas kesempatan bagi para dosen dan peneliti untuk bertukar gagasan serta mengembangkan potensi kerja sama lintas institusi.
Ketua Panitia ICTMT 2026, Dr. Dyah Palupiningtyas, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan merupakan hasil kerja bersama seluruh tim yang telah berkontribusi sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing.
Menurutnya, penyelenggaraan konferensi internasional membutuhkan koordinasi yang solid, komitmen, komunikasi, serta keterlibatan aktif seluruh unsur institusi. Sinergi antara dosen dan mahasiswa menjadi salah satu kekuatan utama dalam memastikan setiap rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, mahasiswa BEM STIEPARI, mitra co-host, keynote speaker, visiting lecturer, moderator, reviewer, presenter, peserta, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan ICTMT 2026.
Hadirkan Lima Keynote Speaker dari Lima Negara
Salah satu agenda utama ICTMT 2026 adalah sesi keynote yang menghadirkan lima pembicara dari India, Indonesia, Ethiopia, Pakistan, dan Nigeria yang membahas berbagai isu strategis terkait kecerdasan buatan dan transformasi digital, meliputi masa depan ekonomi global, pengembangan smart tourism berkelanjutan, transformasi bisnis dan manajemen, AI dalam pendidikan dan pengembangan SDM, serta tata kelola AI yang etis dan bertanggung jawab. Paparan para narasumber memberikan wawasan internasional mengenai peluang dan tantangan pemanfaatan AI dalam berbagai sektor kehidupan.
Visiting Lecturer dan Parallel Scientific Sessions
Selain keynote session, ICTMT 2026 juga menghadirkan program Visiting Lecturer yang mempertemukan mahasiswa dan akademisi melalui pembelajaran serta pertukaran pengalaman internasional.
Pada 5 November 2026, kegiatan Visiting Lecturer dilaksanakan dalam empat ruang virtual dengan menghadirkan delapan dosen dan akademisi dari berbagai institusi. Selanjutnya, pada 6 November 2026, sesi ini menghadirkan Prof. (Dr.) Yogesh Kumar Jain dari School of Management, IILM University, India, serta Dr. Zohaib Hassan Sain dari Superior University, Pakistan.
Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh wawasan akademik global secara langsung sekaligus memperluas perspektif mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Rangkaian konferensi juga diisi dengan Parallel Scientific Sessions yang menjadi ruang diseminasi hasil penelitian dari para dosen, peneliti, dan mahasiswa. Presentasi dilaksanakan melalui beberapa kelompok diskusi berdasarkan bidang kajian, mulai dari artificial intelligence dan teknologi digital, pariwisata dan hospitality, bisnis dan manajemen, ekonomi dan keuangan, pendidikan, hingga isu sosial dan keberlanjutan.
Pada sesi penghargaan, panitia juga memberikan apresiasi melalui kategori Best Paper dan Best Presenter sebagai bentuk penghargaan terhadap kualitas karya ilmiah dan kemampuan peserta dalam mempresentasikan hasil penelitiannya.
Membangun Budaya Kolaborasi dan Internasionalisasi Kampus
Lebih dari sekadar penyelenggaraan konferensi, ICTMT 2026 menjadi ruang pembelajaran kolaboratif bagi seluruh sivitas akademika STIEPARI Semarang. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa penyelenggaraan forum akademik internasional bukan hanya menjadi tanggung jawab dosen atau pimpinan institusi, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh unsur kampus, termasuk mahasiswa.
Pengalaman mahasiswa BEM STIEPARI dalam mendukung kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran di luar ruang kelas. Keterlibatan langsung dalam kegiatan internasional diharapkan mampu membangun rasa percaya diri, tanggung jawab, kemampuan berorganisasi, serta kesiapan menghadapi lingkungan kerja yang semakin kompetitif dan dinamis.
Ke depan, STIEPARI Semarang berharap ICTMT dapat terus berkembang menjadi platform internasional untuk memperkuat kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah bersama (joint publication), pertukaran akademik, dan kemitraan kelembagaan.
Keberhasilan ICTMT 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja sama, meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan akademik, serta mendorong STIEPARI Semarang semakin aktif dalam jejaring pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
ICTMT 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi dosen, mahasiswa, dan mitra perguruan tinggi merupakan kekuatan penting dalam membangun institusi pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.