Berita Kampusku – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) bekerja sama dengan Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis (ARIMBI) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “AI Companionship dan Masa Depan Integritas Akademik: Menjaga Etika, Orisinalitas, dan Profesionalisme di Era Kecerdasan Buatan” pada Kamis, 21 Mei 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seminar nasional tersebut menjadi wadah diskusi akademik mengenai perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) serta dampaknya terhadap integritas akademik, etika penelitian, dan profesionalisme di dunia pendidikan tinggi.
Acara dibuka oleh Haniek Listyorini, S.E., MBA, selaku Ketua STIEPARI, yang menyampaikan pentingnya kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi transformasi digital berbasis AI tanpa mengabaikan nilai-nilai etika dan kejujuran akademik. Menurutnya, AI harus dimanfaatkan sebagai alat bantu yang mendukung pembelajaran dan penelitian secara bertanggung jawab.

Pada sesi seminar, narasumber pertama, Dr. Darwis Robinson Manalu, S.Kom., M.M., M.Kom dari Universitas Methodist Indonesia, membahas tema “Menjaga Orisinalitas Karya Ilmiah di Era AI: Strategi Menghindari Plagiarisme dan Penyalahgunaan Teknologi.” Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kesadaran akademik dalam menggunakan AI secara bijak agar tidak menimbulkan plagiarisme maupun pelanggaran etika dalam penulisan karya ilmiah. Ia juga menjelaskan berbagai strategi untuk menjaga orisinalitas penelitian di tengah kemudahan teknologi AI generatif.

Narasumber kedua, Dr. Dyah Palupiningtyas, SE., MSi., CBPA., CBHRA dari STIEPARI, memaparkan materi utama seminar bertajuk “Etika Penggunaan AI dalam Penelitian dan Publikasi Ilmiah..” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana AI dapat menjadi mitra pendukung dalam dunia pendidikan apabila digunakan secara tepat, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dan integritas akademik di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Sementara itu, narasumber ketiga, Dr. Christine Dwi Karya Susilawati, S.E., M.Si., Ak., CA. dari Universitas Kristen Maranatha Bandung, membahas tentang “AI Companionship dan Masa Depan Integritas Akademik: Menjaga Etika, Orisinalitas, dan Profesionalisme di Era Kecerdasan Buatan” Dalam sesi tersebut, dijelaskan bahwa penggunaan AI dalam penelitian perlu disertai tanggung jawab moral dan transparansi akademik. Penggunaan teknologi AI harus tetap mengedepankan validitas data, kejujuran ilmiah, serta kepatuhan terhadap standar publikasi akademik.

Selain itu, seminar juga menghadirkan Dr. Dede Supendi, M.Pd. dari STAI DR KH EZ Muttaqien Purwakarta yang turut memberikan pandangan mengenai tantangan pendidikan di era digital. Acara berlangsung interaktif dengan dipandu oleh Dr. Tri Handayani, SE, M.Si dari Institut Teknologi dan Bisnis Adias sebagai MC dan moderator.

Melalui kegiatan ini, STIEPARI dan ARIMBI berharap seminar nasional tersebut dapat meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai pemanfaatan AI secara etis dan bertanggung jawab, serta memperkuat budaya akademik yang menjunjung tinggi orisinalitas, profesionalisme, dan integritas ilmiah di era kecerdasan buatan.