Berita Kampusku – Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia (APPISI) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Dekonstruksi Epistemologi Riset Sosial” pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai institusi untuk memberikan wawasan mengenai landasan keilmuan, proses pembentukan pengetahuan dalam riset sosial, hingga keterkaitan penelitian dengan kebijakan publik.
Webinar Nasional ini menjadi ruang akademik bagi para peserta untuk memperluas perspektif dalam memahami riset sosial secara lebih kritis. Pembahasan yang dihadirkan tidak hanya berfokus pada bagaimana penelitian dilakukan, tetapi juga mengajak peserta melihat kembali bagaimana fakta sosial dipahami, diukur, ditafsirkan, serta dikonstruksi menjadi sebuah pengetahuan yang dapat digunakan untuk menjelaskan realitas di masyarakat.
Kegiatan dipandu oleh Khalila Resa M.F. selaku Sekretariat APPISI yang mengarahkan jalannya acara mulai dari pembukaan, pengantar kegiatan, sesi pemaparan materi dari para narasumber, hingga diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Kehadiran moderator turut membuat rangkaian webinar berjalan secara terarah sehingga setiap materi dapat disampaikan sesuai dengan topik yang telah ditentukan.

Webinar menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang keilmuan dan institusi yang berbeda. Narasumber pertama adalah Prof. Dr. Hanif Nurcholis, M.Si. dari Universitas Terbuka yang menyampaikan materi mengenai “Landasan Filsafat Sains dan Kritik Terhadap Pengukuran Fakta Sosial dengan Psikometri Likert.”

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Hanif Nurcholis mengangkat aspek mendasar dalam penelitian, yakni pentingnya memahami landasan filsafat sains ketika seorang peneliti berupaya memperoleh dan membangun pengetahuan. Pembahasan tersebut juga diarahkan pada bagaimana fakta sosial dapat dipahami melalui instrumen penelitian, termasuk penggunaan psikometri Likert, serta pentingnya sikap kritis terhadap proses pengukuran dalam penelitian sosial.
Materi tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk melihat bahwa pengukuran dalam riset sosial tidak hanya berkaitan dengan penggunaan angka atau instrumen, tetapi juga memiliki landasan konseptual yang perlu dipahami secara tepat. Dengan demikian, peneliti perlu mempertimbangkan hubungan antara konsep yang diteliti, instrumen yang digunakan, serta realitas sosial yang hendak dijelaskan melalui penelitian.
Selanjutnya, narasumber kedua, Prof. Assoc. Dr. Drs. Djoko Siswanto Muhartono, M.Si. dari Universitas Tulungagung, menyampaikan materi bertajuk “Dekonstruksi Epistemologi Riset Sosial: Membedah Jarak Antara Narasi Informan dan Realitas Faktual Lapangan.”

Materi ini mengangkat persoalan penting dalam penelitian sosial, khususnya mengenai hubungan antara informasi atau narasi yang disampaikan oleh informan dengan kondisi faktual yang ditemui oleh peneliti di lapangan. Dalam proses penelitian, narasi informan menjadi salah satu sumber informasi penting, namun peneliti juga perlu memahami konteks, kondisi, dan realitas yang melatarbelakangi informasi tersebut.
Melalui perspektif dekonstruksi epistemologi, peserta diajak untuk lebih kritis dalam memahami proses terbentuknya pengetahuan dari hasil penelitian. Jarak antara narasi informan dan realitas faktual lapangan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar hasil penelitian tidak berhenti pada apa yang disampaikan, tetapi mampu menggambarkan realitas sosial secara lebih mendalam dan kontekstual.
Sementara itu, narasumber ketiga, A. Nururrochman Hidayatullah, S.Sos., M.A., M.Sc. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), membawakan materi “Riset Sosial dan Kebijakan Publik di Era Disrupsi.”

Pembahasan tersebut menempatkan riset sosial dalam konteks perubahan masyarakat yang berlangsung semakin dinamis. Era disrupsi menghadirkan berbagai perubahan dalam kehidupan sosial, ekonomi, teknologi, dan tata kelola masyarakat yang kemudian turut memengaruhi kebutuhan terhadap penelitian dan informasi yang dapat menjadi dasar dalam memahami berbagai persoalan publik.
Ketiga materi yang disampaikan oleh para narasumber tersebut memberikan sudut pandang yang saling melengkapi. Prof. Dr. Hanif Nurcholis, M.Si. memberikan perspektif mengenai landasan filsafat sains dan persoalan pengukuran fakta sosial. Prof. Assoc. Dr. Drs. Djoko Siswanto Muhartono, M.Si. mengajak peserta melihat secara kritis hubungan antara narasi informan dan realitas faktual di lapangan. Sementara itu, A. Nururrochman Hidayatullah, S.Sos., M.A., M.Sc. mengaitkan riset sosial dengan kebutuhan kebijakan publik di tengah perubahan yang terjadi pada era disrupsi.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan mendalami berbagai isu yang telah dipaparkan oleh para narasumber. Sesi ini menjadi bagian penting dalam webinar karena memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan antara narasumber dan peserta mengenai tantangan serta dinamika penelitian sosial.
Kegiatan Webinar Nasional “Dekonstruksi Epistemologi Riset Sosial” diharapkan dapat memberikan manfaat bagi akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, maupun pemerhati ilmu sosial dalam memperluas wawasan dan perspektif terhadap perkembangan riset sosial. Selain menjadi ruang berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya penelitian yang semakin reflektif, kontekstual, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pemahaman berbagai persoalan sosial di masyarakat.