Semarang - Dalam rangka meningkatkan daya saing proposal hibah penelitian dan pengabdian masyarakat, workshop "Strategi Lolos Hibah Kemdiktisaintek Tahun 2025" sukses diselenggarakan pada Selasa, 25 Maret 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh akademisi, peneliti, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ingin meningkatkan peluang keberhasilan proposal hibah mereka.

Dr. Edy Winarno, M.Eng, dari Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), menyampaikan materi terkait strategi penyusunan proposal hibah penelitian. Ia menyoroti pentingnya memahami skema hibah Ditjen Diktiristek serta teknik menyusun argumentasi akademik yang kuat. Menurutnya, penelitian yang baik harus memiliki landasan teori yang kokoh dan metodologi yang jelas agar dapat bersaing dalam seleksi hibah.

Selain itu, Dr. Edy juga menjelaskan tentang penyusunan anggaran penelitian yang efektif. Ia menekankan bahwa penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang proporsional dan realistis menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan proposal. Banyak proposal gagal karena anggaran yang diajukan tidak sesuai dengan ruang lingkup penelitian yang diusulkan.

Baca Juga: Strategi Lolos Hibah & Penyusunan Proposal 2026: Aksi Peduli Bencana Sumatera, UNIMUS Bersama LPKD dan APJI

Dr. Dyah Palupiningtyas, M.M, dari STIEPARI Semarang, membahas strategi sukses dalam menyusun proposal hibah pengabdian masyarakat. Ia menguraikan bagaimana program pengabdian harus berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat serta memiliki dampak yang berkelanjutan. Menurutnya, proposal yang memiliki keterlibatan aktif masyarakat dan relevan dengan isu sosial memiliki peluang lebih besar untuk didanai.

Acara ini dimoderatori oleh Danang, S.Kom., M.T., dari Universitas STEKOM Semarang, yang memandu jalannya diskusi dan memastikan sesi interaktif berjalan dengan baik. Dalam sesi tanya jawab, peserta aktif berdiskusi dengan para narasumber, membahas kendala yang sering dihadapi dalam penyusunan proposal, serta mendapatkan tips untuk meningkatkan kualitas proposal mereka. Sesi simulasi dan review proposal juga menjadi sorotan utama, di mana peserta berkesempatan mendapatkan umpan balik langsung dari para ahli mengenai proposal yang telah mereka susun.

Workshop ini mendapatkan apresiasi tinggi dari peserta karena memberikan wawasan yang aplikatif dan langsung dapat diterapkan dalam penyusunan proposal hibah. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak akademisi yang mampu menyusun proposal hibah yang kompetitif dan memperoleh pendanaan untuk penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di tahun 2025.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak akademisi dan peneliti untuk berpartisipasi dalam skema hibah Ditjen Diktiristek. Dengan strategi yang tepat, peluang lolos dalam pendanaan hibah penelitian dan pengabdian semakin terbuka lebar.