SEMARANG - Program pengabdian masyarakat yang didanai melalui hibah Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat - Ruang Lingkup Pengabdian Masyarakat Pemula dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berhasil mentransformasi kompetensi digital 20 guru perhotelan SMK Jayawisata Semarang.
Tim dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (STIEPARI) mengimplementasikan program "Optimalisasi Kompetensi: Pemasaran Digital dan Service Excellence untuk Guru Perhotelan dalam Mempersiapkan Lulusan Menghadapi Industri Hospitality Era Digital" dengan hasil yang mengesankan. Terjadi peningkatan literasi digital guru dari skor 4,2 menjadi 7,8 dalam skala 10, melampaui target awal program.
Kepala Sekolah SMK Jayawisata Semarang Bambang Setyo Wibowo, S.E.,M.M menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendiktisains melalui program hibah ini. "Sebelumnya, 73% guru kami kesulitan mengajarkan konten berbasis digital. Berkat program hibah Pemberdayaan Berbasis Masyarakat ini, kini guru berhasil mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran mereka," ungkapnya.
Program yang berlangsung Juli-September 2025 ini dirancang dengan pendekatan sistematis melalui lima tahapan: persiapan dan perencanaan, pelatihan literasi digital, workshop digital marketing, pengembangan modul pembelajaran, serta monitoring dan evaluasi.
Baca Juga: Mahasiswa Agribisnis UNITRI Dapatkan Wawasan Digital dari Kuliah Tamu Bertema Sosio Entrepreneur
"Program hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ini sangat tepat sasaran. Ini membuktikan komitmen Kemendiktisains dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia," jelas Mukhamad Kholil Aswan, S.Kom., M.M, ketua tim pengabdian dari STIEPARI.
Transformasi ini sangat relevan pada data McKinsey & Company menunjukkan 78% eksekutif perhotelan global mengidentifikasi kesenjangan keterampilan digital sebagai tantangan utama. Di Indonesia, industri perhotelan membutuhkan 120.000 tenaga kerja baru dengan keterampilan digital memadai periode 2023-2027.
Program hibah ini diprediksi meningkatkan penyerapan lulusan hingga 15%, dengan potensi remunerasi 15-20% lebih tinggi bagi lulusan berkompetensi digital. SMK Jayawisata yang memiliki 82 siswa dan telah menjalin kerjasama dengan berbagai hotel di Semarang, kini mampu menyiapkan lulusan yang lebih kompetitif. Ini adalah contoh nyata keberhasilan program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dari Kemendiktisains. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas SDM sektor pariwisata. Program ini sejalan dengan Asta Cita pemerintah dan berkontribusi pada pencapaian SDGs tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), 8 (Pekerjaan Layak), dan 9 (Inovasi dan Infrastruktur). Keberhasilan ini membuktikan efektivitas hibah Ruang Lingkup Pengabdian Masyarakat Pemula dalam mendorong transformasi digital pendidikan vokasi di Indonesia. "Kami berharap model program ini dapat menjadi best practice nasional untuk peningkatan kompetensi digital guru SMK, khususnya di sektor perhotelan dan pariwisata," tutup ketua tim.