Universitas Proklamasi 45 (UP45) menggelar Webinar Series #1 tanggal 5 Agustus 2025 lalu berkolaborasi dengan mitra perguruan tinggi, yaitu Universitas Papua (UNIPA), Institut Teknologi Yogyakarta (ITY), dan Universitas Sjakhyakirti (UNISTI) Palembang. Webinar #1 mengangkat tema terkini berkaitan dengan energi berkelanjutan dan tata kelola energi di masa depan. Topik tersebut dibahas tuntas oleh para akademisi dari keempat perguruan tinggi yang memiliki perhatian besar terhadap proses transisi energi di Indonesia. Rektor Universitas Proklamasi 45, Dr. Benedictus Renny See, S.H., S.E., M.H. dalam kata sambutannya menjelaskan bahwa UP45 menggelar webinar secara serial sebanyak 4 seri di bulan Agustus 2025 ini sebagai wujud nyata kontribusi ilmiah dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-61 Universitas Proklamasi 45, sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Repuplik Indonesia. Setiap seri webinar merupakan sinergi kajian multidisiplin dari tiga program studi untuk mendapatkan perspektif dan insight yang lebih luas dan lengkap. Rektor UP45 juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para mitra perguruan tinggi di Indonesia yang telah mendukung pergelaran kolaboratif untuk memberikan kontribusi ilmiah yang konstruktif dan inspiratif demi masa depan bangsa dan negara.

Dalam pengelolaan energi di Indonesia terdapat asas-asas yang menjadi prinsip dasar dan panduan dalam menjalankan target pengelolaan energi. Asas-asas ini menjadi landasan hukum bagi Indonesia dalam memanfaatkan sumber daya energi secara bertanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan, sebagaimana diatur melalui Pasal 2 UU Energi yang menyebutkan bahwa: “Energi dikelola berdasarkan asas kemanfaatan, rasionalitas, efisiensi berkeadilan, peningkatan nilai tambah, keberlanjutan, kesejahteraan Masyarakat, pelestarian fungsi lingkungan hidup, ketahanan nasional, dan keterpaduan dengan mengutamakan kemampuan nasional.”  Indonesia saat ini berada di persimpangan penting dalam perjalanannya menuju masa depan energi yang berkelanjutan. Di satu sisi, negara diberkahi dengan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Namun di sisi lain, ketergantungan terhadap energi fosil, seperti batu bara dan minyak bumi, telah menimbulkan berbagai dampak, mulai dari pencemaran lingkungan, krisis kesehatan, hingga ancaman terhadap keberlanjutan ekosistem dan kehidupan generasi mendatang. Sampai saat ini, energi fosil yakni migas masih diyakini memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sektor migas menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia karena memiliki efek pengganda (multiplier) cukup signifikan di dalam sistem perekonomian Indonesia. Di dalam APBN, jenis penerimaan negara yang bersumber dari sektor hulu migas meliputi penerimaan pajak penghasilan migas (PPh Migas) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak Migas (PNBP Migas), serta PNBP Lainnya dari Kegiatan Hulu Migas atau sering disebut Domestic Market Obligation Migas (DMO Migas).

Energi berkelanjutan dan tata kelola energi di masa depan perlu berfokus pada pemanfaatan sumber energi terbarukan dan pengelolaan sumber daya energi secara efisien untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang. Hal ini melibatkan proses transisi dari energi fosil ke energi bersih, pengurangan emisi gas rumah kaca, dan peningkatan ketahanan energi. Teknologi yang mampu memanfaatkan energi berkelanjutan termasuk sumber energi terbarukan semakin diperlukan, seperti pembangkit listrik tenaga air, energi surya, energi angin, tenaga ombak, energi panas bumi, mikrohidro, dan juga teknologi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi. Transisi energi menjadi sebuah keniscayaan. Transisi bukan hanya soal mengganti sumber energi dari fosil ke terbarukan, tetapi juga soal mengubah cara berpikir masyarakat, berproduksi, dan berinteraksi dalam ekosistem sosial dan ekonomi. Transisi ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan tentu saja dunia pendidikan tinggi.

Baca Juga: Asosiasi Masyarakat Sadar Konservasi Energi Indonesia Tunjuk Dr. Agus Ismail sebagai Ketua Harian

Dalam Webinar #1 kali ini, Ir. Agustinus Denny Unggul Raharjo, S.T., MOGE. dari Fakultas Perminyakan dan Pertambangan, Universitas Papua (UNIPA), Manokwari, Papua Barat, membahas transisi energi di Indonesia antara peluang dan tantangan pengelolaan sumber daya alam. Agustinus Denny membahasnya dari sisi teknis perminyakan dan kebijakan energi nasional. Dr. Masrur Alatas, S.T., M.Eng. dari Fakultas Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) menyampaikan konsep energi hijau dan keseimbangan lingkungan antara perspektif teknologi dan regulasi. Masrur Alatas mengulas sinergi antara teknologi keberlanjutan dan kebijakan perlindungan lingkungan. Dari sisi regulasi dan kebijakan publik, Rendy Sueztra Canaldy, S.I.P., M.P.A. dari Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Sjakhyakirti (UNISTI), Palembang, menyampaikan peran pemerintah daerah dalam penerapan energi terbarukan. Rendy Sueztra menyoroti implementasi keberlanjutan di lapangan dan relevansinya terhadap desentralisasi pemerintahan.

Dari sisi implementasi, Sari Wulandari Hafsari, S.T., M.Sc. dari Fakultas Teknik Universitas Proklamasi 45, memberikan gambaran mengenai kemandirian, upaya pemanfaatan, dan tantangan potensi sumber daya energi terbarukan di Indonesia menuju NDC (National Determine Contribution) 2030 dan NZE (Net-Zero Emission) 2060. Menurut Sari Wulandari, pencapaian NDC dan NZE harus dilakukan melalui upaya mengurangi pemanfaatan energi fosil dan merencanakan EBT (Energi Baru dan Terbarukan) dalam jangka panjang. Tema kajian Webinar #1 ini mendapatkan respon antusias peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, akademisi, pejabat pemerintah daerah, dan pelaku usaha, dan bahkan ada juga peserta dari luar negeri. Pelaksanaan Webinar #1 ini dipandu oleh moderator Wira Widyawidura, S.Si., M.Eng. yang merupakan akademisi Fakultas Teknik dan sekaligus Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Proklamasi 45. Tak lupa, Rektor UP45 menyampaikan selamat bertemu kembali dalam Webinar Seri berikutnya.